NEWS
Indeks
Nasional

Korban Tewas Gempa Magnitudo 7,7 NTT Naik Jadi 70 Orang

Jumlah korban jiwa akibat gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 kembali bertambah. Per Senin (17/8/2026) malam, Basarnas melaporkan 70 orang meninggal dunia. Bagi pembaca di Bandung dan Jawa Barat yang berada di kawasan rawan gempa, perkembangan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana nasional.

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring pada Selasa (18/8). Total orang terdampak yang tercatat mencapai 202, terdiri 70 meninggal serta 132 luka-luka. Dari korban luka, 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang luka ringan. Ia menegaskan tidak ada lagi laporan warga yang masih hilang atau dalam daftar pencarian.

Angka resmi dan wilayah paling terdampak

Sehari sebelumnya, BNPB masih menyebut angka kematian 68 orang. Penambahan korban mengikuti proses pencarian di lokasi yang sempat sulit dijangkau. Fokus operasi diarahkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, tiga daerah yang dinilai paling parah.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bela sungkawa pemerintah. Pendataan korban luka disebut masih bersifat dinamis seiring akses ke desa-desa yang dibuka bertahap setelah material longsor dibersihkan.

Ribuan gempa susulan masih terasa

Hingga laporan terbaru, tercatat 2.119 gempa susulan. Magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil 1,3. Pejabat BNPB memperkirakan kondisi mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan.

Pada Senin pagi, dua guncangan tektonik magnitudo 5,0 di wilayah Ruteng, Manggarai, dan 5,8 di timur laut Mbay, Nagekeo, terjadi hampir bersamaan. BMKG memastikan keduanya tidak berpotensi tsunami. Sebelumnya, gempa utama Sabtu dini hari terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer, menurut data USGS, dan sempat diikuti peringatan tsunami yang kemudian dicabut.

Kerusakan rumah, pengungsi, dan bantuan darurat

BNPB mencatat lebih dari 900 rumah hancur dan sekitar 450 rumah rusak di Nusa Tenggara Timur. Sekitar 5.000 warga terpaksa mengungsi ke penampungan sementara. Di Flores, sedikitnya 241 rumah dilaporkan rusak. Banyak keluarga memilih bermalam di luar ruangan atau tenda karena khawatir bangunan ambruk saat susulan.

Tenda medis darurat didirikan di dekat RSUD Ruteng yang ikut terdampak. Petugas kemanusiaan menyalurkan beras, makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Longsor menutup sejumlah ruas Jalan Trans-Flores sehingga sempat mengisolasi komunitas di kawasan pegunungan.

  • Prioritas: pemulihan listrik dan komunikasi
  • Pembukaan akses desa terpencil pasca-longsor
  • Layanan kesehatan di fasilitas darurat

Tantangan lapangan dan konteks Cincin Api

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan sebagian material longsor telah dibersihkan dan jalan menuju desa dibuka kembali. Namun gangguan komunikasi serta pemadaman listrik masih menghambat pencarian dan distribusi logistik ke titik terpencil.

Indonesia terletak di jalur seismik aktif Cincin Api Pasifik sehingga gempa dan aktivitas vulkanik kerap terjadi. Flores pernah dilanda gempa dan tsunami 1992 yang menewaskan sekitar 2.500 orang. Tragedi lain di tanah air, termasuk gempa dan tsunami Sulawesi Tengah 2018 serta tsunami Samudra Hindia 2004, menjadi rujukan skala dampak di kawasan ini. Warga Labuan Bajo, pintu masuk destinasi Komodo, juga banyak yang bertahan di luar rumah selama rangkaian susulan.

Bagi masyarakat Bandung, pantauan berita gempa NTT relevan sebagai pembelajaran mitigasi: memastikan jalur evakuasi, tas siaga, dan informasi resmi BMKG serta BPBD. Solidaritas antar daerah tetap penting sambil menyerahkan penanganan teknis kepada Basarnas, BNPB, dan relawan di lapangan. Pemulihan diperkirakan berlangsung bertahap seiring meredanya susulan dan pulihnya akses dasar.

Sumber: BBC Indonesia.