Program modal usaha TKM kembali digulirkan di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sebagai langkah memperluas kesempatan kerja mandiri bagi warga sekitar Bandung Raya. Kementerian Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan masing-masing Rp15 juta kepada 1.000 tenaga kerja mandiri lanjutan yang sedang mengikuti pembekalan di Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja Lembang.
Penerima berasal dari sektor barang dan jasa, industri boga, pertanian, peternakan, perikanan, serta kelautan. Bantuan ini diharapkan memperkuat usaha yang sudah berjalan agar mampu menyerap tenaga kerja tambahan dan menekan angka pengangguran di tingkat lokal maupun nasional.
Rincian bantuan dan pendampingan di BBPKP Lembang
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, skema untuk TKM lanjutan berbeda dari peserta pemula. Setiap penerima lanjutan mendapat modal Rp15 juta yang dilanjutkan pendampingan intensif selama tiga bulan. Sementara TKM pemula menerima Rp5 juta disertai pelatihan dan bimbingan usaha.
Pembekalan berlangsung di BBPKP Lembang, lokasi strategis bagi warga Bandung Barat dan kabupaten sekitarnya yang ingin mengembangkan usaha mandiri. Menurut Yassierli, program ini merupakan komitmen berkelanjutan pemerintah agar perluasan lapangan kerja tidak hanya bergantung pada sektor formal.
Cerita sukses alumni dan jembatan ke perbankan
Sejumlah alumni program sebelumnya dilaporkan sudah berkembang pesat. Ada yang mempekerjakan hingga 70 karyawan setelah melalui tahap pendampingan. Kisah-kisah tersebut dijadikan acuan bahwa wirausaha binaan dapat menjadi penyerap tenaga kerja lokal di Jawa Barat.
Setelah masa dampingan selesai, Kemnaker menjembatani para alumni dengan lembaga perbankan. Tujuannya agar pelaku usaha memperoleh akses permodalan lanjutan tanpa terhambat keterbatasan modal awal. Langkah ini dinilai penting agar usaha di Bandung Barat dan wilayah penyangga Bandung tidak berhenti di skala mikro.
Konteks pengangguran dan strategi dua jalur
Data Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,65 persen, atau setara sekitar 7,2 juta orang. Angka tersebut menjadi latar kebijakan yang mendorong perluasan kesempatan kerja baik di sektor formal maupun informal berbasis kewirausahaan.
Yassierli menegaskan pemerintah menjalankan dua jalur secara beriringan: penguatan penyerapan di industri formal dan pengembangan wirausaha mandiri. Program TKM di Lembang menjadi salah satu wujud jalur kedua yang menyasar warga yang siap mengelola usaha sendiri.
Dampak bagi ekosistem usaha di Bandung Raya
Bagi pembaca di Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, kehadiran 1.000 penerima modal di BBPKP Lembang berpotensi menambah jaringan pemasok, mitra jasa, dan lapangan kerja di sektor boga, pertanian, serta jasa lokal. Pendampingan tiga bulan menjadi fase krusial agar dana Rp15 juta benar-benar dipakai untuk pengembangan, bukan sekadar operasional jangka pendek.
Keberlanjutan program akan terlihat dari seberapa banyak penerima yang berhasil naik kelas dan merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Kolaborasi dengan bank setelah masa binaan juga menjadi penentu apakah usaha binaan mampu bertahan di tengah persaingan kawasan wisata dan ekonomi kreatif Lembang–Bandung.
Dengan penyaluran modal, pelatihan, dan akses pembiayaan lanjutan, inisiatif Kemnaker di Bandung Barat menempatkan wirausaha mandiri sebagai bagian dari strategi menurunkan pengangguran. Monitoring setelah tiga bulan pendampingan akan menjadi tolok ukur efektivitas di tingkat daerah.
Sumber: Republika.
