NEWS
Indeks
Nasional

Operasi Enam Sektor di Selat Sunda Belum Temukan Delapan Orang Hilang Kontak

Pencarian Selat Sunda masih menjadi fokus utama Basarnas dan instansi terkait setelah lima jurnalis beserta awak speed boat hilang kontak di perairan Pandeglang, Banten. Hingga Jumat (11/9/2026), armada gabungan terus menyisir kawasan tersebut tanpa hasil penemuan yang dilaporkan.

Peristiwa hilang kontak bermula Senin (7/9). Sejak saat itu, personel SAR bergerak dengan perahu Rigid Inflatable Boat atau RIB sambil membagi wilayah kerja agar cakupan laut lebih sistematis. Bagi pembaca di Bandung dan Jawa Barat, berita ini relevan karena Selat Sunda merupakan jalur silang yang ramai dilalui penumpang serta logistik antarpulau.

Armada Gabungan dan Pembagian Enam Sektor

Tim SAR gabungan dikerahkan dengan kekuatan delapan kapal ditambah tiga unit RIB. Area pencarian dipetakan menjadi enam sektor agar tiap kelompok dapat menyisir jalur berbeda secara bersamaan. Pola ini dipilih untuk menekan tumpang tindih rute sekaligus mempercepat pemeriksaan titik-titik rawan arus.

Personel Basarnas tampak menumpangi RIB saat menyusuri permukaan air. Kapal yang lebih besar menjaga stabilitas operasi jarak menengah, sementara RIB dipakai mendekati zona dangkal atau celah karang yang sulit dilalui armada utama. Koordinasi antarkapal menjadi kunci agar tidak ada sektor yang terlewat.

Siapa Saja yang Hilang Kontak

Data operasi menyebut lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu. Total delapan orang tersebut berangkat menggunakan speed boat sebelum komunikasi terputus. Identitas lengkap belum dijabarkan secara rinci dalam laporan lapangan yang tersedia, namun status mereka tetap menjadi prioritas evakuasi dan penyelamatan.

Hilangnya kontak sejak Senin membuat rentang waktu pencarian memasuki hari kelima pada Jumat. Setiap hari tanpa kabar menambah urgensi bagi keluarga dan rekan kerja di darat. Tim di laut menyesuaikan pola sisir berdasarkan arus Selat Sunda yang dikenal berubah cepat.

Lokasi Operasi di Perairan Pandeglang

Titik fokus berada di perairan Selat Sunda sisi Pandeglang, Banten. Selat ini memisahkan Jawa dan Sumatera serta sering dilalui kapal cepat maupun feri. Kondisi geografis tersebut menuntut kehati-hatian navigasi bagi tim SAR, terutama saat RIB beroperasi dekat bibir pantai berbatu.

Pembagian enam sektor membantu memetakan jalur yang mungkin dilalui speed boat sebelum hilang kontak. Setiap sektor mendapat giliran pemeriksaan berulang. Pendekatan berlapis ini lazim dipakai pada operasi maritim berskala menengah agar peluang deteksi visual maupun instrumen tetap terbuka.

  • Delapan kapal mendukung jangkauan sektor luas
  • Tiga RIB mempercepat akses zona sempit
  • Enam sektor membagi beban kerja lapangan
  • Koordinasi Basarnas menjaga ritme harian

Status Terkini dan Langkah Selanjutnya

Hingga laporan Jumat tersebut, delapan orang belum ditemukan. Operasi belum dihentikan dan armada tetap berada di lokasi. Evaluasi sektor dilakukan secara berkala supaya sumber daya tidak terkonsentrasi hanya pada satu jalur yang sudah berulang kali disisir.

Masyarakat di pesisir diminta melapor bila melihat serpihan, pelampung, atau objek mencurigakan di permukaan laut. Informasi dari nelayan setempat sering membantu mempersempit radius. Untuk warga Bandung yang memiliki kerabat di jalur penyeberangan Banten–Sumatera, pemantauan perkembangan resmi tetap dianjurkan tanpa menyebarkan spekulasi.

Pencarian Selat Sunda ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan maritim di kawasan barat Jawa. Selama personel, kapal, dan RIB masih dikerahkan, harapan untuk menemukan kelima jurnalis, awak, serta pemandu tetap dijaga. Liputan lanjutan akan mengikuti data lapangan yang dapat diverifikasi.

Sumber: Okezone.

Tag: Selat Sunda, operasi SAR, jurnalis hilang, Pandeglang, Basarnas, Banten, speed boat, RIB