NEWS
Indeks
Nasional

Resale Tiket EXO Hanya Kartu Korea, Penggemar Luar Negeri Kecewa

Perdebatan seputar tiket konser EXO kembali memanas setelah kursi encore di Korea Selatan habis dalam hitungan singkat, disusul kebijakan penjualan ulang yang dinilai mempersulit penggemar dari luar negeri. Fokus keluhan tertuju pada syarat pembayaran dan verifikasi yang hanya membuka akses bagi anggota fan club dengan jalur domestik.

Bagi komunitas K-pop di Bandung dan kota lain di Indonesia, isu ini terasa relevan karena banyak EXO-L mengikuti penjualan tiket global. Mereka menyoroti betapa sempitnya peluang saat tiket yang dibatalkan kembali ditawarkan dengan filter ketat.

Pembatalan tiket presale dan langkah SM Entertainment

SM Entertainment menertibkan sejumlah tiket yang diduga diperoleh lewat cara tidak wajar pada presale fan club untuk konser encore bertajuk EXO Planet #6 – Exhorizon. Tiket bermasalah dibatalkan, dana dikembalikan kepada pembeli, dan akun terkait diblokir dari pembelian berikutnya.

Langkah itu dimaksudkan menekan praktik tidak sehat di tahap awal penjualan. Namun, dampaknya meluas ketika kursi yang dibatalkan dijadwalkan masuk pasar kembali dengan skema yang jauh lebih selektif dibanding putaran pertama.

Syarat resale hanya lewat jalur domestik

Menurut penjabaran kebijakan yang beredar, tiket hasil pembatalan hanya dapat dibeli anggota fan club yang sudah lolos verifikasi presale melalui halaman reservasi domestik. Pembayaran dipatok memakai kartu yang diterbitkan di Korea Selatan.

Konsekuensinya jelas: pemegang kartu bank luar Korea, termasuk penggemar Indonesia, tidak bisa ikut antre saat kursi itu muncul lagi. Aturan ini memicu protes karena dinilai menutup peluang wajar bagi EXO-L internasional yang selama ini setia mengikuti tur dan presale resmi.

Presale Melon Ticket habis seketika

Presale lewat laman domestik Melon Ticket dibuka pada 27 Agustus dan langsung dilaporkan ludes. Kecepatan itu menegaskan tingginya permintaan, sekaligus memperbesar kekecewaan saat kesempatan kedua dibatasi secara geografis dan administratif.

Di media sosial, sejumlah penggemar internasional menuliskan keluhan soal transparansi kuota, mekanisme verifikasi, serta minimnya jalur alternatif yang ramah pembeli luar negeri. Mereka meminta SM Entertainment menimbang skema yang lebih inklusif tanpa mengabaikan pencegahan calo.

  • Pembatalan tiket dugaan pembelian tidak normal plus refund
  • Pemblokiran akun untuk pembelian lanjutan
  • Resale hanya untuk fan club terverifikasi jalur domestik
  • Pembayaran resale wajib kartu terbitan Korea Selatan

Getaran di komunitas penggemar Bandung

Meskipun lokasi konser berada di Korea Selatan, gema kebijakannya sampai ke basis penggemar di Bandung. Diskusi di grup penggemar lokal banyak menyinggung kesulitan akses kartu domestik Korea, risiko ketergantungan pada pihak ketiga, dan pentingnya menunggu kanal resmi agar tidak terjebak penipuan.

Pengamat industri hiburan digital menilai ketegangan semacam ini berulang pada penjualan K-pop berskala besar: permintaan global bentrok dengan infrastruktur tiket yang masih berorientasi pasar lokal. Solusi jangka menengah biasanya berupa kuota internasional terpisah, verifikasi identitas berlapis, atau mitra payment lintas negara yang diawasi ketat.

Sampai ada penyesuaian resmi, penggemar di luar Korea diimbau memantau pengumuman SM Entertainment dan platform tiket, menghindari jual beli tidak resmi, serta menyiapkan dokumen keanggotaan fan club sesuai ketentuan yang berlaku. Kejelasan kuota dan jadwal tetap menjadi kunci agar antusiasme tidak berujung frustrasi massal.

Dengan permintaan yang begitu tinggi, keseimbangan antara keamanan penjualan dan keadilan akses akan terus diuji pada konser-konser EXO berikutnya. Penggemar berharap evaluasi pasca-presale dapat membuka celah yang lebih adil tanpa membuka celah bagi praktik curang.

Sumber: Sindo News.

Tag: tiket konser EXO, EXO-L internasional, SM Entertainment, Melon Ticket, konser Korea, fans Bandung, presale EXO, aturan tiket