Upaya memperluas literasi pajak muda kembali digaungkan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) saat merayakan hari ulang tahun ke-61. Melalui kompetisi, forum ilmiah, dan kerja sama dengan lembaga pendidikan, organisasi profesi ini membuka ruang belajar yang menjangkau pelajar dan mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk peluang bagi komunitas pendidikan di Jawa Barat dan Bandung untuk ikut memperkuat pemahaman perpajakan sejak dini.
Ketua Panitia HUT ke-61 IKPI, Novalina Madalena, menekankan bahwa rangkaian acara disusun sebagai tempat belajar, berkompetisi, sekaligus bertemunya peserta didik, akademisi, dan praktisi. Pernyataan itu disampaikan usai Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Perguruan Tinggi di Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan, Senin, 24 Agustus 2026.
Partisipasi besar di tingkat perguruan tinggi
Skala kegiatan tercermin dari jumlah peserta LCC Perguruan Tinggi. Sebanyak 505 tim yang mewakili sekitar 117 kampus negeri dan swasta di Indonesia ikut bertanding sebelum tersaring menjadi lima finalis di babak puncak. Angka tersebut menandakan minat terhadap materi perpajakan tidak lagi terbatas pada kalangan profesi saja.
Novalina menilai antusiasme kampus menjadi sinyal bahwa edukasi formal perlu bersinergi dengan praktisi. IKPI memposisikan diri sebagai penghubung agar mahasiswa memahami bukan hanya teori, tetapi juga konteks penerapan pajak di dunia kerja dan usaha.
Finalis SMA/SMK dari tiga pulau berbeda
Di jenjang sekolah, LCC Nasional SMA/SMK diikuti 190 tim dari 107 sekolah. Tiga finalis terbaik yang melaju ke partai puncak adalah SMKN 1 Surabaya (Jawa Timur), SMAN 23 Kabupaten Tangerang (Banten), dan SMK Kristen Immanuel Pontianak (Kalimantan Barat).
Keragaman asal finalis itu, menurut panitia, menunjukkan literasi perpajakan mulai merata dan diterima positif di lingkungan pendidikan menengah. Bagi pembaca di Bandung dan sekitarnya, pola serupa bisa menjadi acuan sekolah serta dinas terkait untuk mendorong keikutsertaan pada ajang sejenis di masa mendatang.
Forum ilmiah dan kolaborasi lintas pendidikan
Selain lomba, peringatan HUT ke-61 diisi pendekatan kolaboratif dengan dunia pendidikan. Forum ilmiah dirancang mempertemukan sudut pandang akademik dan praktik konsultan pajak, sehingga materi tidak berhenti pada hafalan aturan, melainkan mengarah pada pemahaman peran pajak dalam pembangunan.
IKPI menyatakan ingin terus menjadi jembatan antara ruang kelas dan profesi. Komitmen itu relevan bagi kota-kota dengan konsentrasi perguruan tinggi tinggi seperti Bandung, di mana mahasiswa ekonomi, hukum, dan bisnis berpotensi menjadi sasaran natural program literasi berkelanjutan.
Makna HUT bagi ekosistem perpajakan
Memasuki usia ke-61, IKPI menempatkan regenerasi pengetahuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem. Generasi muda yang melek pajak diharapkan lebih siap sebagai wajib pajak, pelaku usaha, maupun calon profesional di bidang konsultan dan administrasi perpajakan.
- LCC perguruan tinggi: 505 tim dari sekitar 117 kampus
- LCC SMA/SMK: 190 tim dari 107 sekolah
- Tiga finalis sekolah dari Jatim, Banten, dan Kalbar
- Lokasi grand final mahasiswa: Pejaten, Jakarta Selatan
Dengan partisipasi ratusan sekolah dan kampus, organisasi ini menilai ruang edukasi perpajakan memang dibutuhkan secara luas. Ke depan, keberhasilan format kompetisi dan forum ilmiah dapat memperluas jejaring ke lebih banyak daerah, tanpa mengabaikan standar substansi yang dijaga praktisi.
Bagi masyarakat Bandung yang mengikuti isu pendidikan dan kesiapan generasi muda menghadapi kewajiban fiskal, momentum HUT IKPI ke-61 menjadi pengingat bahwa literasi pajak dapat ditumbuhkan lewat jalur formal yang terukur, terbuka, dan melibatkan banyak pihak.
Sumber: Sindo News.
