Kolaborasi kampus industri kembali mengemuka di Jawa Barat lewat kegiatan yang menempatkan perbaikan operasional sebagai sasaran utama, bukan sekadar forum seminar. Program Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Luar Negeri (PkM KLN) mempertemukan Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana, Magister Teknik Industri Universiti Teknologi Malaysia, dan PT Gemilang Prioritas Utama di Bekasi. Bagi pembaca di Bandung dan kawasan industri Jabar lainnya, pola kerja sama ini menarik karena meniru kebutuhan pabrik yang menuntut hasil terukur di lantai produksi.
Kegiatan bertema Knowledge in Action: Dari Kolaborasi Global Menuju Industri Berkelanjutan diikuti sekitar 50 peserta. Karyawan PT Gemilang Prioritas Utama hadir langsung di Artotel Living World Grand Wisata Bekasi, sementara tenaga kerja anak perusahaan di Jawa Tengah menyusul secara daring. Format hybrid itu memungkinkan penyamaan pemahaman tanpa membatasi lokasi kerja.
Dari ruang kelas ke peluang perbaikan di lapangan
Panitia merancang materi agar konsep teknik industri menyentuh persoalan harian perusahaan. Topik yang dibahas meliputi peningkatan produktivitas, continuous improvement, ekonomi sirkular, Kaizen, 5S, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta prinsip keberlanjutan. Pendekatan ini menekankan identifikasi peluang perbaikan dari aktivitas operasional yang sedang berjalan.
Kaprodi Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana, Sawarni Hasibuan, menegaskan arah tersebut. Ia menyatakan kolaborasi tidak boleh berhenti pada penyampaian materi di ruang seminar, melainkan membantu perusahaan melihat peluang perbaikan dari kondisi sehari-hari di lapangan, dengan langkah yang realistis, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
Manfaat praktis bagi ekosistem industri Jawa Barat
Bekasi sebagai salah satu kantong manufaktur Jabar kerap menjadi rujukan bagi kawasan industri di sekitar Bandung Raya yang menghadapi tekanan biaya energi, standar K3, dan tuntutan ramah lingkungan. Model PkM yang menggabungkan kampus dalam dan luar negeri memberi ruang belajar bersama tanpa menunggu proyek riset jangka panjang. Karyawan mendapat paparan metode yang bisa diuji pada lini produksi dalam waktu relatif singkat.
Penekanan pada Kaizen dan 5S, misalnya, berkaitan langsung dengan kerapihan stasiun kerja dan pengurangan pemborosan. Sementara circular economy serta efisiensi energi menempatkan isu limbah dan konsumsi daya sebagai bagian dari perhitungan bisnis, bukan sekadar kepatuhan administratif. Hal-hal itu relevan bagi pemasok dan mitra usaha di rantai nilai Jabar yang mulai dituntut bukti praktik berkelanjutan oleh pembeli skala besar.
Peran magister teknik industri dalam transisi berkelanjutan
Keterlibatan program magister teknik industri menandakan perguruan tinggi diminta lebih dari sekadar penghasil lulusan. Melalui PkM KLN, dosen dan peserta program studi berhadapan dengan data operasional riil, lalu merumuskan usulan perbaikan yang dapat diuji. Kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia menambah perspektif lintas negara soal standar industri dan pengelolaan sumber daya.
Bagi dunia usaha, skema ini menekan jarak antara teori dan eksekusi. Perusahaan tidak hanya menerima paparan konsep, tetapi dilatih membaca pemborosan, risiko K3, serta peluang penghematan energi dari kondisi yang sudah ada. Hasil yang diharapkan bersifat konkret: usulan langkah yang masuk akal diterapkan di shop floor dan kantor pendukung.
Arah kolaborasi yang lebih terukur ke depan
Pola serupa berpeluang ditiru pelaku industri dan kampus di cekungan Bandung maupun koridor Jabar lainnya, sepanjang fokus tetap pada bukti lapangan. Keberhasilan diukur dari perubahan kecil yang konsisten—bukan dari jumlah seminar—seperti turunnya waktu set-up, tertibnya area kerja, atau tercatatnya inisiatif hemat energi. Kolaborasi global hanya berarti jika berdampak pada budaya kerja harian.
Dengan tema yang mengaitkan pengetahuan dan aksi, kegiatan di Bekasi menegaskan bahwa efisiensi dan keberlanjutan dapat dilatih bersama. Akademisi membawa kerangka analisis; industri membawa konteks operasional. Pertemuan keduanya, bila dilanjutkan dengan pendampingan, berpotensi mempercepat perbaikan yang selama ini sering tersendat di tahap wacana.
Ringkasnya, PkM KLN UMB–UTM bersama PT Gemilang Prioritas Utama menempatkan kolaborasi kampus industri pada jalur yang lebih operasional. Materi produktivitas hingga K3 disusun agar karyawan dapat menilai celah perbaikan di tempat kerja masing-masing, baik yang hadir di Bekasi maupun yang mengikuti dari Jawa Tengah.
Sumber: Sindo News.
